brown pendant lamp hanging on tree near river

Tuhan Pasti Bertanggung Jawab

Katanya, hidup itu pilihan. Setiap harinya kita disodori aneka tawaran yang boleh diambil, tidak pun silakan. Setiap harinya kita dituntut untuk mengambil keputusan. Dan tahukah kamu? Setiap harinya, di antara semua pilihan aktivitas yang disediakan dalam kehidupan ini, aku memilih untuk merindukamu. Boleh-boleh saja, kan?

Memang kita belum lama saling mengenal. Tapi sah-sah saja, kan?

Kalau memikirkanmu adalah sebuah kegiatan yang komersial, aku pasti sudah jadi miliarder. Lalu akan kubayar orang-orang jenius untuk membuat mesin waktu, berapa pun mereka meminta bayaran. Berjumpa lagi denganmu tentu lebih mahal dari apa pun. Ah, aku berlebihan.

Tuhan pasti bertanggung jawab. 

Menciptakan perpisahan, berarti siap menanggung risiko menerima rentetan doa-doa tentang pertemuan yang antri untuk dikabulkan. Tuhan lebih tahu itu. Sudah pasti.

Izinkan aku kembali ke masa itu, 
akan kulempar jangkar waktu. 

Agar kita tetap mengapung di samudera yang sama, merasakan sejuknya sepoi angin yang sama, dan bergerak begitu saja mengikuti alunan ombak yang nyata-nyatanya membuat kita sedikit mabuk ditambah kantuk.

Ingin kulempar jangkar waktu.

Agar hari tak berganti. 
Agar momen indah ini tak lekas berlalu. 
Agar kebersamaan kita tertahan sampai waktu yang tidak ditentukan.

Ja(t)uh (2013)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *