Tentang Jodoh, untuk Perempuan

Pernikahan kami baru berjalan beberapa tahun. Kemampuan kami dalam membina rumah tangga, belum benar-benar teruji. Pelaksanaan tanggung jawabku sebagai suami dan ayah, masih kurang di sana-sini. Wawasanku soal hubungan asmara, terbatas pada pengalaman yang singkat plus sedikit buku yang sempat dibaca.

Tapi, kalau diminta memberi satu nasihat tentang jodoh oleh seorang perempuan, aku akan sampaikan ini:

“Jangan menikah dengan laki-laki yang ingin kamu mencintainya sebagaimana ibunya mencintainya.” 

Laki-laki yang terobsesi untuk mendapat pasangan seperti itu, adalah seorang yang kekanak-kanakan. Ia akan selalu menganggap dirinya seorang anak yang bisa setiap saat mendapat cinta tanpa syarat dari sang ibu. Ia ingin dicintai, tetapi tidak pernah belajar mencintai. Ia ingin dimengerti, tetapi tak berusaha untuk mengerti. Ia berharap bisa terus menerima, tetapi lupa memberi. 

Ia mungkin akan melakukan kesalahan demi kesalahan, kemudian berlindung di balik tameng pemakluman.

Lagipula, tak ada yang bisa menandingi cinta seorang ibu.

Sepasang kekasih bisa saling mencintai, karena mereka yakin: dengan saling memberi, dengan saling mendukung, kebersamaan mereka akan semakin langgeng. Itu cinta yang menyatukan. 

Tetapi, seorang ibu mencintai anaknya tanpa syarat, merawat, mendidik, menumbuhkan, hanya untuk berhadapan dengan kenyataan bahwa anak itu akan tumbuh dewasa, mandiri, dan perlahan-lahan akan melepaskan diri darinya.

Seorang ibu akan terus mencintai anaknya, apa pun yang terjadi. Dan kamu tidak akan pernah sanggup melakukan itu. 

Jadi, jangan menikah dengan laki-laki yang ingin kamu mencintainya sebagaimana ibunya mencintainya. 

Kecuali, kamu siap kehilangan kewarasan. 

© nurun ala

Karya-karya Nurun Ala yang sudah terbit tersedia di shopee.co.id/azharologia. Selamat mengoleksi …

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *