Selalu Ada yang Tak Suka

Untuk sejenak, mari kita ingat-ingat. 

Saat bertemu dengan teman-teman kita, apakah kita sungguh-sungguh memerhatikan penampilan mereka: gaya rambut, pakaian yang mereka kenakan, dan apakah mereka terlihat lebih gemuk dari biasanya? Kemungkinan besar, tidak. Jelas kita lebih memerhatikan penampilan kita sendiri. 

Kalaupun sempat memerhatikan mereka, masihkah kita mengingat detail-detail itu sekarang?

Kita tidak sesungguh-sungguh itu memerhatikan penampilan orang lain. Pun sebaliknya. 

Menghabiskan waktu dengan pikiran yang mengganggu tentang bagaimana orang menilai penampilan kita, adalah kekhawatiran yang tak perlu. 

Sekarang, ingat-ingat lagi.

Di antara deretan selebriti, politisi, teman sekolah, rekan kerja, anggota keluarga besar, tetangga, atau lingkaran kenalan apa saja, apakah kita menyukai mereka semua? Bukankah di antara mereka ada yang tampak sombong, ada yang menyebalkan, ada yang—secara sengaja atau tidak—pernah melukai hati kita, atau alasan lain apa saja yang membuat kita tak terlalu suka pada mereka? 

Kita tak menyukai setiap orang. 

Pun sebaliknya. 

Kita tak akan pernah bisa membuat semua orang menyukai kita. Berusaha disukai oleh semua orang, adalah awal dari aneka kebohongan dan kepura-puraan, yang akan membawa kita ke dalam kehancuran.

Orang-orang tak sebegitunya memerhatikan penampilan kita. Dan akan selalu ada yang tidak suka pada kita. 

Itulah kenyataan yang harus kita terima, demi hidup yang lebih tenang dan bahagia. 

Karya-karya Nurun Ala yang sudah terbit tersedia di shopee.co.id/azharologia. Selamat mengoleksi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *