Perempuan yang Menunggu

Seorang perempuan menghampiri seorang laki-laki yang sudah dikenalnya cukup lama. Ia bercerita bahwa ada seorang laki-laki yang ia rasa begitu perhatian padanya. Lalu, dengan jantung berdebar kencang ia bertanya, “Apakah itu bisa disebut cinta?”

Si laki-laki tak bisa menjawab dengan pasti. Dengan nada ragu, ia berkata kepada perempuan itu, “Kurasa, kamu cukup dewasa untuk membedakan ombak dengan gelombang. Atau, badai dengan angin.”

Setelah mendengar jawaban itu, si perempuan beranjak pergi. Namun, sebelum ia berjalan begitu jauh, ia berbalik dan berkata lirih, “Aku akan menunggu.”

“Menunggu apa?” tanya si laki-laki heran.

“Angin menjadi badai. Gelombang menjadi ombak. Sekarang, aku sudah cukup bahagia dengan angin dan gelombang,” jawab si perempuan, diikuti oleh tatapan teduh dan selengkung senyum.

Ia lantas berbalik dan melanjutkan langkahnya, meninggalkan si laki-laki yang termenung dan mulai menebak-nebak siapa kiranya laki-laki yang dimaksud oleh sahabatnya.

Karya-karya Nurun Ala yang sudah terbit tersedia di shopee.co.id/azharologia. Selamat mengoleksi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *