Nyali untuk Nyala

Frase ‘mencintai diam-diam’ memang terdengar romantis. Seolah-olah, itu merupakan satu hal yang terhormat untuk dijalani. Terlebih lagi, ‘mencintai diam-diam’ bukan cuma terdengar indah, tetapi juga mudah. 

Maka kita ingin menjadi angin, yang bisa membisikkan rindu kepada yang kita damba kapan pun kita ingin. 

Atau menjadi cicak di dinding kamarnya, sehingga bisa terus mengaguminya dari dekat dan lekat. 

Tetapi, pikirkan sekali lagi. Apa enaknya jadi pencinta yang kehadirannya tidak disadari? Apa hebatnya punya raga, tetapi tak bisa dipeluk, bahkan cenderung dihindari? 

Cinta yang menyala-nyala, barangkali, hanya untuk mereka yang benyali.

Karya-karya Nurun Ala yang sudah terbit tersedia di shopee.co.id/azharologia. Selamat mengoleksi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *