Menyiksa Diri

Kamu barangkali pernah menjalin hubungan yang begitu lama dengan seseorang, entah itu pertemanan atau sesuatu yang spesial dengan lawan jenis. 

Suatu hari, kamu merasa hubungan kalian tidak lagi sehat. Alih-alih saling mendukung, satu sama lain justru saling menghambat. Alih-alih saling menguatkan, satu sama lain justru saling merusak. Alih-alih penuh cinta, justru hubungan kalian penuh amarah dan pertengkaran.

Kamu ingin mengakhiri hubungan itu.

Namun, setiap kamu mengingat-ingat waktu yang telah kalian habiskan bersama, masa-masa yang kalian lalui, dan betapa banyak kasih sayang yang telah kamu curahkan untuk hubungan itu, kamu urung mengakhirinya. Kamu merasa telah menginvestasikan banyak hal, dan tak ingin kehilangannya begitu saja. Meskipun kamu tahu persis, jika melanjutkannya, kalian hanya akan terus melukai satu sama lain.

Sadarlah …. 

Diakhiri atau tidak, apa-apa yang sudah kamu curahkan tak akan bisa kamu tarik kembali. Apa-apa yang sudah terjadi, tak bisa diapa-apakan lagi. 

Justru, yang bisa kamu tentukan adalah apa yang akan kamu lakukan hari ini. Yang bisa kamu rencanakan adalah apa-apa yang akan kamu hadapi di masa depan.

Jadi, daripada terus menerus mempertimbangkan kenangan masa lalu, lebih baik fokus untuk memikirkan kebaikan bersama hari ini dan masa depan. Lalu, segera ambil keputusan.

Jika kamu membeli sebuah buku, lalu mendapati bahwa bab-bab awalnya tidak menarik dan tidak bermanfaat, simpan buku itu di rak atau sumbangkan. Dengan begitu, buku itu bisa dibaca oleh orang yang mungkin membutuhkannya dan kamu bisa menggunakan waktumu untuk membaca buku lain yang lebih menarik dan bermanfaat. 

Tak perlu menyiksa diri mengkhatamkan sebuah buku hanya karena kamu telah mengeluarkan sejumlah uang untuk membelinya.

Karya-karya Nurun Ala yang sudah terbit tersedia di shopee.co.id/azharologia. Selamat mengoleksi …

Photo by Taylor Young on Unsplash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *