crop faceless man with burning book in hands

Melupakanmu

Melupakanmu.

Meninggalkan setiap kenangan yang diam-diam selalu kita banggakan. Memori indah yang kuputar ulang di kepalaku tiap pagi dengan hati-hati—jangan sampai ada detik yang terlewat untuk kuingat.

Membakar habis semua surat yang pernah kutulis: yang tak pernah sampai, yang sampai namun kau lewatkan tanpa sempat kau baca, yang kau baca seluruh atau sebagian. Atau yang telah kau lupakan—surat-surat yang telah kau bakar lebih dulu tanpa kutahu.

Melupakanmu.

Menarik kembali semua kata rindu yang pernah terlempar dalam diam dalam bisu. Dalam yakin maupun ragu.

Menghapus semua kebiasaan-kebiasaan baruku sejak pertama kali mengenalmu: tiba-tiba lupa cara bicara saat di hadapmu, lupa gravitasi saat di dekatmu, atau lupa malam saat mengenang senyummu. 

Hari selalu terlalu pagi untuk buru-buru membawa keindahan-keindahan nyata yang kausajikan ke alam mimpi.

Melupakanmu.

Membangun penjara sesal yang kelak akan mengurungku. Mengikat mati tanganku. Merantai kedua kakiku. Menutup mataku hingga hanya gelap kulihat: tak sanggup lagi aku mendapatimu, bahkan untuk sekadar menatapmu. Atau merasakan keberadaanmu. 

Aku mati rasa.

Melupakanmu.

Adalah memadu air dan minyak tanpa pengemulsi.

Adalah mengukir langit.

Adalah memutar balik waktu.

Demi hujan dan malam, 
aku tak mampu.

Ja(t)uh (2013)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *