Kualitas Diri yang Sejati

Dunia penuh dengan ilusi. Dan kadang-kadang kita tertipu pula olehnya.

Misalnya, saat melihat iklan sebuah produk kosmetik. Kesan yang diciptakan oleh produsen produk dan pembuat iklan selalu begitu: model ini cantik, bercahaya, dan bebas jerawat karena menggunakan produk kami. Padahal, bukan karena produk itu mereka menjadi cantik.

Pembuat iklan memilih mereka yang memang sudah cantik untuk dijadikan model.

Kita juga sering menaruh rasa kagum yang berlebihan pada beberapa universitas. Kita mendengar lulusan Kampus A jadi presiden, lulusan Kampus B jadi pengusaha besar, lulusan Kampus C jadi selebriti terkenal. Seolah-olah, karena berkuliah di universitas bergengsi itu, seseorang jadi sukses. Barangkali memang ada sedikit kaitan. Tetapi, jelas bukan kausalitas sempurna.

Pada dasarnya, universitas bergengsi memang menyeleksi orang-orang yang suka berjuang, bermimpi besar, dan memiliki tingkatan intelektualitas tertentu.

Jangan mudah silau oleh apa-apa yang tampak memukau. Sering kali, mereka tak seperti kelihatannya.

Saatnya mengubur kekaguman-kekaguman yang kontraproduktif. Kita fokus saja pada perbaikan diri, optimalkan apa-apa yang dimiliki.

Terus belajar, terus bertumbuh. Dan menjelmalah kita pribadi yang memberi arti.

Sebab apa yang tampak di permukaan …

Apa yang menyala di dunia maya …

Label yang dilekatkan pemirsa …

Tak pernah lebih penting dari kualitas diri yang sejati.

Ingatkah kamu kisah Muhammad? Jauh sebelum ditugaskan sebagai Rasulullah, beliau sudah dijuluki Al-Amin karena kejujurannya.

Karya-karya Nurun Ala yang sudah terbit tersedia di shopee.co.id/azharologia. Selamat mengoleksi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *