Jebakan Narsisisme

Syarat utama bagi keberhasilan mencintai, kata Erich Fromm, adalah mengatasi narsisisme. Satu keyakinan bahwa yang penting di muka bumi ini hanyalah diri sendiri. Seolah Tuhan menciptakan manusia lain dan seisi semesta hanya untuk melayani kebutuhannya. Ini semacam egoisme, tetapi pada tahap yang lebih ekstrim.

Belajar menjadi pecinta yang baik artinya berusaha keluar dari jebakan narsisisme dan memandang segalanya secara objektif. Bahwa orang-orang di luar sana, termasuk orang yang sedang kita cintai juga punya kehidupan, masa lalu, perasaan, harapan, dan hal-hal yang tak disuka.

Ketika narsisisme hilang, keinginan untuk diperhatikan berubah menjadi kebiasaan memerhatikan. 

Hasrat untuk dimengerti kalah oleh upaya untuk mengerti keadaan dan perasaan orang lain. 

Dan orientasi menerima, digeser oleh obsesi untuk terus menerus memberi.

Ketika narsisisme hilang, kita bertransformasi dari ‘orang yang jatuh cinta’ menjadi ‘orang yang mencintai’. Dalam transformasi itulah terjadi lompatan kedewasaan.

Karya-karya Nurun Ala yang sudah terbit tersedia di shopee.co.id/azharologia. Selamat mengoleksi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *