Hati-hati dengan Hati

Ada yang senang mengetuk pintu hanya untuk menguji apakah pintu itu akan terbuka.

Ia tak benar-benar ingin bertamu, atau masuk ke dalamnya. Ia adalah orang yang tersenyum ke arahmu, lalu setelah kamu membalas senyumnya, ia berbalik ke arah teman-temannya sambil menepuk dada.

Atau, boleh jadi ia masuk, tetapi sekadar singgah sebentar. Bukan untuk tinggal lama-lama.

Ia tampak bahagia dengan setiap jamuan yang kamu sajikan, bersikap ramah dan sopan, tetapi suatu malam pergi begitu saja. Tanpa pesan atau kesepakatan yang menenangkan. Kadang-kadang, bahkan tanpa alasan.

Ada yang senang bermain hati demi sebuah validasi.

Ada yang hanya mencari tempat persinggahan, bukan rumah untuk dihuni.

Kamu harus lebih berhati-hati.

Karya-karya Nurun Ala yang sudah terbit tersedia di shopee.co.id/azharologia. Selamat mengoleksi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *