Fondasi

Selama lima tahun pertama kehidupannya, kita tak bisa melihat tanaman bambu tumbuh secara signifikan. Bahkan setelah disiram dan diberi pupuk sebaik-baiknya, ia seperti enggan meninggi. Alih-alih menjadi batang yang kuat dan panjang, ia segitu-segitu saja.

Itulah yang tampak di permukaan. Orang yang ceroboh, tak sabaran, dan tak berpengalaman bisa saja merasa kesal dan buru-buru menebasnya. 

Padahal, di lima tahun pertama itulah sesungguhnya bambu tersebut sedang melakukan hal yang penting: menancapkan dan menjalarkan akar-akarnya ke dalam tanah. Sehingga di enam pekan berikutnya, secara mengejutkan, batangnya bisa menjulang tinggi puluhan meter ke udara dengan leluasa.

Tersebab akar-akar yang menopangnya dengan baik itu, batangnya yang tinggi dan besar tak tumbang ditarik gravitasi. Tersebab akar-akar yang menopangnya dengan baik itu, batangnya yang tinggi dan besar juga tak roboh diterpa angin. Tersebab akar-akar yang menopangnya dengan baik itu, ia bisa menjadi bambu berkualitas, yang menghadirkan banyak manfaat.

Seperti bambu itu, tidak apa-apa jika saat ini kita merasa belum bisa memberikan banyak sumbangsih untuk sekitar. Namun, kita perlu memastikan bahwa akar kita sedang menancap dan menjalar ke bumi, membangun fondasi kesuksesan—yang akan menghadirkan banyak kebermanfaatan.

Karya-karya Nurun Ala yang sudah terbit tersedia di shopee.co.id/azharologia

Photo by Eleonora Albasi on Unsplash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *