Fokus Berproses

Aku pernah berada di situasi ini: beberapa orang di sekeliling tampak sedang sibuk menebang pohon, sementara aku masih asyik mengasah gergaji.

Sebagian dari mereka bahkan sudah mulai mengolah pohon masing-masing menjadi bangunan rumah, aneka furnitur, atau sekadar kayu bakar. Mereka telah berbuat sesuatu, mencipta sesuatu, menjelajahi banyak tempat baru. 

Sementara aku, rasa-rasanya masih saja di sini dengan langkah terpaku.

Segera. Aku akan segera mengejar mereka. 

Batinku, yang merasa diburu waktu.

Sampai suatu hari, beberapa orang yang biasanya tak terlalu kuperhatikan lewat di hadapanku. Mereka bilang, mereka sedang menuju toko bangunan untuk membeli gergaji. “Baru terkumpul kemarin uangnya,” ujar salah seorang di antara mereka.

Aku jadi teringat.

Aku di posisi yang sama dengan mereka kira-kira seminggu yang lalu. Seminggu sebelumnya lagi, aku baru saja berhasil mengumpulkan uang untuk membeli gergaji. Kira-kira sebulan sebelumnya, aku baru saja menghasilkan uang pertamaku. Sebelumnya lagi, aku baru saja menyelesaikan kursus tentang bagaimana menghasilkan uang. Sebelumnya lagi, aku sedang …

Ah, barangkali aku memang tak perlu mengejar siapa-siapa.

Aku hanya perlu terus berproses, melampaui diriku yang kemarin. Aku hanya perlu fokus kepada gergaji yang sedang kuasah, sehingga setelah tajam nanti, bisa kutaklukkan pohon mana pun yang aku mau. Lalu mencipta aneka bentuk karya yang berguna, meski tak dikenal seluruh dunia.

Barangkali aku juga harus mulai bersyukur: setidaknya, aku masih bisa mengasah gergaji dengan asyik.

Karya-karya Nurun Ala yang sudah terbit tersedia di shopee.co.id/azharologia. Selamat mengoleksi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *