Festival Hujan

Aku melihat derita kesedihan di bola matamu.

Hujan yang tak kunjung reda. Mawar yang layu menanti gugur.

Aku ingin bertanya, Rania. Apa arti kebahagiaan bagimu? Adakah kehadiran seorang kekasih, sungguh bisa jadi batu pijakan untuk meraihnya? Ataukah itu hanya balas dendam kehilangan yang menderamu di masa lalu?

Dunia ini penuh tipu daya, Rania. Kita perlu cermat memilah beban: mana yang harus dipikul, mana yang selayaknya dilepaskan. Abaikan indah fatamorgana, temukan oase yang sesungguhnya. 

Dan berhentilah, Rania. Berhenti meletakkan garis takdirmu di telapak tangan orang lain.

***

Setelah mengalami patah hati hebat, Rania bertemu seorang lelaki misterius berusia sepuluh tahun lebih tua yang baru saja pindah dan membuka toko buku kecil di seberang rumahnya. Hanya butuh hitungan hari sampai Rania memasukkan toko buku itu ke daftar kunjungannya hampir setiap sore. Lelaki pemilik toko buku, dengan segala misterinya, menjadi tempat curhat yang setia mendengarkan cerita-cerita Rania dan sukses membuat perempuan itu jatuh cinta.

Ini adalah kisah tentang hujan, buku, keluarga, cinta, persahabatan, dan upaya seorang gadis lugu menemukan bahagia di tengah dunianya yang jauh dari sempurna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *