Diam-diam Terluka

Saat kamu jatuh cinta diam-diam kepada seseorang, kamu akan selalu mencari dinding untuk bersembunyi. Tempat kamu leluasa memandangnya tetapi ia tak bisa melihatmu.

Ada debar yang bikin candu.
Sederhana, namun sensasional.

Kamu betah berdiri di sana. Memanen buah pembenaran dari pohon kepengecutan. Mengais sisa harapan di atas tumpukan ketidakpastian.

Segalanya terasa cukup menyenangkan sampai suatu hari, dari celah kecil di dinding tempat kamu mengintainya diam-diam, kamu melihat pipinya memerah oleh sapaan seseorang. Tawanya pecah oleh candaan seseorang. Dan matanya menyala saat menatap mata seseorang.

Seseorang yang tentu bukan kamu, sebab kamu luput dari pandangannya.

Seseorang yang pasti bukan kamu, sebab kamu cuma terus sembunyi di balik dinding. Tempat kamu menangisinya tetapi ia tak bisa mendengarmu.

Ada luka yang menganga.
Perih, tetapi kamu nikmati.

Karya-karya Nurun Ala yang sudah terbit tersedia di shopee.co.id/azharologia. Selamat mengoleksi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *