Di Hadapan Pintu-pintu

Ada yang lebih suka berdiri di depan pintu yang tertutup, sambil berharap suatu waktu pintu itu akan terbuka. 

Ia adalah orang yang sudah begitu yakin bahwa di balik pintu itu—dan hanya di balik pintu itu—apa yang ia inginkan berada. Ia memeluk erat harapan dan punya tabungan kesabaran yang cukup untuk menunggu.

Ada yang memilih berkeliling, berkelana, berjumpa dengan banyak pintu. 

Jika ada pintu yang terbuka dan tampaklah sesuatu yang indah di dalamnya, ia akan menuju ke sana. Kalau ternyata pintu itu tertutup sebelum ia tiba, ia akan bersedih sebentar, lalu segera beranjak untuk mencari pintu yang lain. Ia percaya, kesempatan adalah harapan dalam bentuk yang paling nyata. 

Daripada menunggu, ia memilih berjalan menuju.

Daripada menerka, ia memilih mencoba.

Daripada menanti, ia lebih suka mencari.

© nurun ala


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *