Derita Pemendam Rasa

Ada hal-hal yang sulit diucap, tetapi mudah dijelaskan dengan tatap. 

Sialnya, jangankan berhadapan, berusaha mendekat saja degup jantung seketika tak menentu.

Ada masa ketika rindu dipaksa takluk oleh waktu. Jadilah mereka dua manusia lugu yang saling menunggu. Saling menerka, merapal doa berharap jumpa. 

Tetapi, ketika jumpa jadi niscaya, langkah jadi ragu. Lidah malah kelu. Kadang ada kata, tetapi terbata-bata.

Demikianlah derita pemendam rasa. 

Mereka yang mendamba dalam diam.
Mereka yang memilih untuk bungkam.
Dari malam ke malam.

Semoga, nanti ketika nyali telah menyala, perahu harapan belum karam. Api cinta belum padam. Dan pisau ajal yang kejam belum menikam.

Karya-karya Nurun Ala yang sudah terbit tersedia di shopee.co.id/azharologia. Selamat mengoleksi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *