Bertanggung Jawab

Ada laki-laki yang jatuh cinta kepada seorang perempuan. Mereka sudah saling mengenal, dan setiap kali berjumpa, laki-laki itu selalu merasakan getaran. Kini, ia bukan hanya merasa senang saat—sengaja atau pura-pura tak sengaja—bertemu perempuan itu, ia bahkan membayangkan kehidupan jangka panjang bersamanya.

Tak mungkin lagi rasanya membohongi diri. Senyumnya selalu mengembang sempurna setiap kali membayangkan masa depan dengan Sang Puan. 

Sayangnya, ada sisi pengecut di dalam dirinya yang terus berbisik bahwa ‘Ini belum saatnya’, ‘Dia tak akan mau hidup bersama orang yang biasa-biasa saja sepertimu’, ‘Kamu masih Continue reading Bertanggung Jawab

Perempuan yang Menunggu

Seorang perempuan menghampiri seorang laki-laki yang sudah dikenalnya cukup lama. Ia bercerita bahwa ada seorang laki-laki yang ia rasa begitu perhatian padanya. Lalu, dengan jantung berdebar kencang ia bertanya, “Apakah itu bisa disebut cinta?”

Si laki-laki tak bisa menjawab dengan pasti. Dengan nada ragu, ia berkata kepada perempuan itu, “Kurasa, kamu cukup dewasa untuk membedakan ombak dengan gelombang. Atau, badai dengan angin.”

Setelah mendengar jawaban itu, si perempuan beranjak pergi. Namun, sebelum ia berjalan begitu jauh, ia berbalik dan berkata lirih, “Aku akan menunggu.”

“Menunggu apa?” tanya si laki-laki heran.

“Angin menjadi badai. Gelombang menjadi ombak. Sekarang, Continue reading Perempuan yang Menunggu